"JAWA BARAT"

JAWA BARAT - INDONESIA: SEJARAH SINGKAT 


Jawa Barat adalah sebuah provinsi di Indonesia. Ibu kotanya berada di Kota Bandung. Perkembangan Sejarah menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Barat merupakan Provinsi yang pertama dibentuk di wilayah Indonesia (staatblad Nomor : 378). Provinsi Jawa Barat dibentuk berdasarkan UU No.11 Tahun 1950, tentang Pembentukan Provinsi Jawa Barat. Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Bagian barat laut provinsi Jawa Barat berbatasan langsung dengan Daerah Khusus Ibukota Jakarta, ibu kota negara Indonesia. Pada tahun 2000, Provinsi Jawa Barat dimekarkan dengan berdirinya Provinsi Banten, yang berada di bagian barat. Saat ini terdapat wacana untuk mengubah nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Pasundan.



1.1 Sejarah perekonomian jawa barat
Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memilki perkembangan investasi yang cukup tinggi, itu karena Jawa Barat memilki keuntungan mendukung berbagai aspek termasuk posisi geografis yang berbatasan dengan DKI Jakarta sebagai ibukota Republik Indonesia. Selain itu, Jawa Barat memilki kawasan industri yang paling banyak di Indonesia 24 daerah dengan total luas 12.454 ha yang semua dapat memilki dampak positif pada pertumbuhan investasi nya
Provinsi Jawa Barat memilki keanekaragaman potensi yang dapat dikembangkan menjadi peluang bagi pertumbuhan investasu, serta berbagia produk yang lebih unggul dari kabupaten di Jawa Barat. Potensi dan peluang investai yang ada perlu di sebarluaskan dan di promosikan keberadaanya bagi dunia usaha. Jawa Barat selama lebih dari tiga dekade telah mengalami perkembangan ekonomi yang pesat. Saat ini peningkatan ekonomi modern ditandai dengan peningkatan pada sektor manufaktur dan jasa. Disamping perkembangan sosial dan infrastruktur, sektor manufaktur terhitung terbesar dalam memberikan kontribusinya melalui investasi, hampir tigaperempat dari industri-industri manufaktur non minyak berpusat di sekitar Jawa Barat.PDRB Jawa Barat pada tahun 2003 mencapai Rp.231.764 milyar (US$ 27.26 Billion) menyumbang 14-15 persen dari total PDB nasional, angka tertinggi bagi sebuah Provinsi. Bagaimanapun juga karena jumlah penduduk yang besar, PDB per kapita Jawa Barat adalah Rp. 5.476.034 (US$644.24) termasuk minyak dan gas, ini menggambarkan 82,4 persen dan 86,1 persen dari rata-rata nasional. Pertumbuhan ekonomi tahun 2003 adalah 4,21 persen termasuk minyak dan gas 4,91 persen termasuk minyak dan gas, lebih baik dari Indonesia secara keseluruhan. (US$1 = Rp. 8.500,-).



1.2 Pendapatan Asli Daerah Jawa Barat
  Arah Pendapatan Daerah
Arah Pengelolaan Pendapatan Daerah
Sumber penerimaan daerah terdiri atas :
1.  Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terdiri dari kelompok Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil Perusahaan milik Daerah dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan dan Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah;
2.  Dana Perimbangan yang terdiri dari Bagi Hasil Pajak dan Bagi Hasil Bukan Pajak, Dana Alokasi Umum, dan Dana Alokasi Khusus;
3.   Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah.
 Perkembangan target Pendapatan Asli Daerah Provinsi Jawa Barat selama kurun waktu 6 tahun (2003-2008), rata-rata pertumbuhan per tahun mengalami kenaikan sebesar 21,86%, Struktur penerimaan yang cukup kokoh ini walaupun demikian tetap menyimpan peluang untuk mengalami keguncangan, apabila PAD mengalami penurunan yang drastis, sementara Dana Perimbangan tidak terlalu besar. Artinya perlu dilakukan upaya untuk selalu menjaga penerimaan PAD dan tingkat pertumbuhannya, agar kapasitas pembangunan daerah tetap terjaga. Seandainya penerimaan pajak mengalami penurunan atau relatif konstan, maka hal ini dapat menjadi ancaman bagi kapasitas pembangunan Provinsi Jawa Barat.

     Di Kawasan Jabar Selatan Sarana Pendongkrak PAD Layak Ditambah

DPRD Jabar, dalam mendorong peningkatan PAD secara kontinu terus melakukan pemantauan atas kinerja lembaga yang dinilai memberikan sumbangsih atas pencapaian PAD. Untuk kepentingan hal tersebut, telah dilakukan pemantauan melalui kunker ke beberapa cabang bjb dan UPPD. Salah satu yang ditinjau yaitu yag berlokasi di Jabar Selatan masing-masing di Palabuhanratu dan Cianjur untuk bjb dan UPPD yang berlokasi di Palabuhanratu. Dari kunker diperoleh laporan tentang kinerja dua lembaga penghasil PAD tersebut.

Dari sisi kinerja, kedua lembaga penghasil PAD dinilai masih perlu meningkatkan kinerjanya dan untuk mengejar pencapaian kinerja diperlukan sarana tambahan berupa ditambahnya jaringan pelayanan. Hal demikian, diungkapkan Anggota Komisi C DPRD Jabar, Helmi Attamimi dalam keterangannya kepada jabarprov.go.id (4/3).

Menurut Helmi, sebagaimana dilaporkan oleh pihak bjb cabang Palabuhanratu, sepanjang tahun 2010 jumlah penerimaan bunga giro Rp.2.820.446.960 dan total penerimaan bunga deposito sebesar Rp.9.140.034.244.Penghimpunan DPK sebesar Rp.184,131 dari target
Rp.463,000 miliar dengan rinciannya : giro sebesar Rp.54,516 miliar dari target sebesar Rp.183 miliar, tabungan Rp.52,146 miliar dari target Rp.80 miliar, deposito realisasi Rp.77,469 miliar dari target Rp200 miliar.

Untuk kinerja  penyaluran kredit : kredit konsumtif sebesar Rp.348,111 juta dari target Rp.404,983 juta, kredit produktif sebesar Rp.120,311 juta dari target Rp.218,067 juta. Volume kredit Rp.468,422 juta dari target Rp.623,050 juta, NPL gross 2,91% dari target 1,00%.Rasio keuangan  BOPO 66,14%, NPL gross 2,91%.

Selanjutnya, di bjb cabang Cianjur, kinerja yang dicapai dalam tahun 2010, DPK sebesar
Rp.285.525.671.277, dengan rincian giro Rp.111.845.827.587, tabungan Rp.98.037.722.093 dan deposito Rp.75.642.121.597. Jumlah kredit Rp.sebesar 746.406.173.333, jumlah aset sebesar Rp.833.109.759.958.00. Jaringan kantor KCP dan kantor kas 1, jumlah mesin ATM 10.

Sementara itu, di UPPD VI Palabuhanratu, dalam kurun waktu tahun 2010,  pendapatan yang berhasil diperoleh : Pajak Daerah bersumber dari PKB, BBNKB I, BBNKB II, P3ABT dan P3APER, jumlahnya sebesar Rp.40.922.806.739 dari target Rp.31.640.340.037. Rinciannya : PKB Rp.14.435.716.800 dari target Rp.13.648.489.400, BBNKB I Rp.25.716.746.000 dari Rp.17.311.560.000 , BBNKB II Rp.361.226.000 dari target
Rp.268.003.000 , P3ABT Rp.14.836.400 dari target Rp.12.215.700 dan P3APER Rp.394.281.539 dari target Rp.400.071.937.

Adanya pencapaian kinerja tersebut, jelas Helmi nampaknya peran bjb sebagai lembaga perbankan yang diharapkan dapat secara maksimal menggerakkan sektor riil belum tercapai. Hal tersebut, salah satunya dibuktikan dengan pencapaian target kredit produktif yang belum mencapai target.

Belum tercapainya target tersebut, dilatarbelakangi oleh luasnya wilayah di kawasan Kabupaten Sukabumi dan Cianjur pada khususnya serta kawasan Jabar selatan pada umumnya, sarana layanan berupa Kantor Cabang Pembantu (KCP) harus ditambah.

Keberadaan bjb yang kini telah menjadi bank nasional, dituntut bisa menambah sarana tersebut, paling tidak ada KCP sampai ke tingkat kecamatan. Jika hal tersebut, masih belum dilakukan keseluruhan, bisa menggandeng BPR mengingat bjb sebagaimana telah dibuat regulasi berupa Perda, mempunyai saham di BPR sebesar 51%. Hal tersebut, dapat beimplikasi pada kerjsama meningkatkan pelayanan ke daerah pelosok apalagi BPR telah ada beroperasi sampai ke tingkat Kecamatan.

Tentang kinerja UPPD, dari pencapaian kinerja masih bertumpu atau mengandalkan pada pajak yang diperoleh dari kendaraan baru. Terkait dengan hal tersebut, ke depan penggalian potensi pajak tidak terbatas pada pajak tersebut, tetapi bisa menggarap ke jenis pajak lainnya, diakui untuk mewujudkan hal tersebut sebagaimana dilaporkan oleh pihak UPPD setempat menemui kendala yaitu jauhnya jarak antara pembayar pajak dengan UPPD. Untuk mengatasi hal tersebut, ujar Helmi UPPD membuat kerjasama dengan KCP bjb dan BPR untuk melayani pembayaran pajak. 


1.Hambatan-Hambatan dalam Prosedur Verifikasi Internal Surat  Pertanggungjawaban pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat
Adapun hambatan yang ditemui dalam Prosedur Verifikasi Internal Surat   Pertanggungjawaban pada BAPEDA Provinsi Jawa Barat, yaitu sebagai berikut:
1)      Surat Pertanggungjawaban (SPJ) yang diajukan masih banyak terjadi kesalahan seperti kesalahan dalam pemberian nomor urut dan tanggal kejadian atau transaksi.
2)      Dalam SPJ yang diajukan buku pajak PPN atau PPh tidak sama dengan laporan pertanggungjawaban bendahara pengeluaran pembantu.
3)      Keterlambatan penyerahan SPJ dari bendahara pengeluaran pembantu pada bendahara pengeluaran yang seharusnya disampaikan selambat-lambatnya tanggal 5 bulan berikutnya dan mengakibatkan keterlambatkan juga penyampaian SPJ kepada PPK oleh bendahara pengeluaran yang seharusnya disampaikan selambat-lambatnya tanggal 10 bulan berikutnya.
4)      Kurangnya koordinasi yang baik antar pihak-pihak yang terkait dalam menyusun dokumen-dokumen anggaran belanja.
5)      SDM yang kurang menguasai aplikasi terhadap peralatan penunjang, misalnya computer. Disebabkan pendidikan yang rendah atau kemampuan dalam praktik pengoperasian alat yang kurang baik. Sehingga sering terjadinya kesalahan dalam pengetikan seperti adanya kesalahan dalam pengetikan seperti adanya kesalahan pencatatan angka sejumlah uang.
1.3  PRODUK UNGULAN JAWA BARAT     

Kopi dan jagung jadi produk unggulan Kab. Bandung

SOREANG (bisnis-jabar.com): Sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung telah mengembangkan program unggulan untuk komoditas jagung dan kopi.
Tisna Umaran, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bandung, mengungkapkan setidaknya 10 kecamatan di wilayah tersebut telah memiliki program unggulan pengembangan agribisnis kopi, di antaranya Kecamatan Pacet, Soreang, Ciwidey, Cilengkrang, Cimenyan, Paseh, Ibun, Ciparay, Pangalengan, dan Arjasari.
Adapun pengembangan komoditas agribisnis jagung akan dilakukan di sembilan kecamatan, yakni Soreang, Kutawaringin, Cileunyi, Cilengkrang, Cicalengka, Cikancung, Nagreg, Ciparay, dan Arjasari.
“Kami sangat mendukung pengembangan kedua komoditi tersebut karena iklim di daerah tersebut sangat mendukung dalam pengembangan kopi dan jagung,” ujarnya, hari ini.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, kata dia, ke depan akan memperluas pengembangan produk unggulan setiap kecamatan.
Selain jagung dan kopi, pihaknya akan menambah jenis komoditas lainnya, seperti stroberi dan pengembangan hortikultura organik.(Roberto Purba)


1. SUMBANGAN TERHADAP PAD 

PAD terhadap PDRB, diketahui bahwa ada 12 provinsi (41,37%) yang mempunyai nilai elastisitas 1. Setiap perubahan PDRB di 12 provinsi tersebut sensitif terhadap perubahan/peningkatan PAD. Sementara di 17 provinsi lain (58,62%), perubahan PDRBnya tidak cukup mempengaruhi peningkatan PAD. Bagi daerah dengan elastisitas < 1 patut diduga nilai tambah PDRB-nya lebih banyak keluar dari daerah tempat kegiatan perekonomian tersebut diselenggarakan. PAD, secara umum provinsi-provinsi di Kawasan
Barat Indonesia (KBI) mempunyai kemampuan keuangan lebih baik jika dibanding provinsi-provinsi di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Provinsi yang mempunyai sumberdaya alam melimpah tidak serta merta memiliki kinerja PAD yang baik.Berbagai upaya telah dilakukan daerah untuk meningkatkan kemampuan
keuangan daerah dan mendorong potensi ekonomi lokal, melalui peningkatan
PAD dan investasi berdasarkan potensi yang dimilikinya.
            Kerangka Analisis
Dalam kajian ini digunakan sejumlah parameter, yaitu:
1. Perhitungan dan Analisis Kinerja PAD melalui Ukuran Elastisitas, Share, dan
     Growth.
      Adapun elastisitas adalah rasio pertumbuhan PAD dengan pertumbuhan
     PDRB. Rasio ini bertujuan melihat sensitivitas atau elastisitas PAD terhadap
     perkembangan ekonomi suatu daerah. Sedangkan share merupakan rasio PAD
     terhadap belanja rutin dan belanja pembangunan daerah. Rasio ini mengukur
     seberapa jauh kemampuan daerah membiayai kegiatan rutin dan kegiatan
    pembangunan. Rasio ini dapat digunakan untuk melihat kapasitas kemampuan
   keuangan daerah. Dan growth merupakan angka pertumbuhan PAD tahun i dari
   tahun i-1.
2. Pemetaan dan Analisis Kemampuan Keuangan Daerah dengan Metode Kuadran
   dan Metode Indeks
   Yang dimaksud metode kuadran adalah salah satu cara menampilkan peta
   kemampuan keuangan daerah. Masing-masing kuadran ditentukan oleh besaran
 nilai growth dan share. Dengan nilai growth dan share maka masing-masing


1.5 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN DAERAH

faktor-faktor yang dianggap dapat mempengaruhi keberhasilan dan kegagalannya dengan memperhitungkan nilai-nilai yang berkembang dalam organisasi serta situasi dan kondisi lingkungannya. Metoda yang digunakan adalah analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threat).
Berdasarkan analisis lingkungan internal dan eksternal, dapat dirumuskan strategi dengan menggunakan metoda analisis SWOT yang dikelompokkan ke dalam 4 (empat kelompok strategi), yaitu :

1.  Strategi mengoptimalkan kekuatan untuk memanfaatkan  peluang;
 a.     Tingkatkan Pelaksanaan SOPD;
 b.    Tingkatkan Koordinasi Integrasi Sinkronisasi dan Simplikasi KISS) antar bidang;
 c.     Tingkatkan keterlibatan stakeholders dalamperumusan kebijakan dan teknis;
d.     Mengoptimalkan peran pejabat struktural dan semua pegawai   untuk memanfaatkan peluang peningkatan kualitas SDM;
e.   Tingkatkan kondisi kerjasama dengan Organisasi   Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten/ Kota se Wilayah IV;
  f.        Mantapkan dan tingkatkan iklim kerja internal intensif;
 g.   Tingkatkan kualitas kinerja  para pegawai;                                              
 h.     Tingkatkan kemampuan SDM melalui diklat fungsional danteknis substansial, seminar, lokakarya, dsb;
 i.        Tingkatkan keimanan dan ketaqwaan SDM melalui kegiatan-kegiatan keagamaan;
 j.       Tingkatkan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah  OPD), serta instansi Pusatmaupun Daerah;
 k.     Tingkatkan pemanfaatan teknologi informasi dansarana lainnya  untuk kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi;

2.     Strategi menggunakan Kekuatan untuk Mencegah dan Mengatasi Ancaman;
a.      Lakukan pengkajian tentang TUPOKSI ;
b.  Tingkatkan koordinasi/dialog/negosiasi/kerjasama dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah(OPD), Kabupaten/Kota dan Stakeholders ;
c.  Mantapkan pemanfaatan sistem informasi untuk peningkatan kualitas dan produktivitas hasil kerja;
d. Tingkatkan kemampuan SDM dalam pelaksanaan tupoksi sesuai dengan perkembangan IPTEK dan berdasarkan amanah.

3.   Strategi mengurangi kelemahan untuk memanfaatkan peluang;
a.Tingkatkan keterlibatan stakeholders dalam pemecahan masalah pembangunan ;
b  Tingkatkan kemampuan SDM melalui pendidikan, pelatihan fungsional dan substansif, seminar, lokakarya, dsb ;
c.      Kembangkan need assessment dalam rekruitmen pegawai ; 
d.    Budayakan sistem reward-punishment;
e.      Tingkatkan efektivitas sistem pengendalian dan evaluasi;
f.      Tingkatkan pemanfaatan sisteminformasi untuk mendukung       pelaksanaan program kegiatan ;
g.      Manfaatkan keberadaan institusi pusat yang ada di wilayah untuk bersama-sama turut mendukung program pembangunan daerah;
4.     Strategi mengurangi kelemahan untuk mencegah dan mengatasi
     Ancaman;
a.    Optimalkan partisipasi stakeholders dalam reposisi perencanaan tingkat provinsi;
b.      Apresiasikan produk perencanaan di lingkungan pemerintah, masyarakat dan swasta dunia usaha;
c.     Tingkatkan kemampuan SDM melalui pendidikan, pelatihan  fungsional dan substansif, seminar, lokakarya, dsb;
d.     Kembangkan need assessment dalam rekrutmen pegawai.
Setelah dilakukan analisa sebagaimana diuraikan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa yang menjadi isu strategis Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah IV, adalah sebagai berikut  :
1.  Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan antar level Pemerintahan, yaitu Provinsi dengan Kabupaten dan Kota di Wilayah IV.
2.   Koordinasi antar Pemerintahan dengan Multi Stakeholder.
3.   Optimalisasi dan penguatan peran Badan Koordinasi  Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah IV.
Rencana Strategis Organisasi Perangkat Daerah atau disebut juga Renstra Organisasi Perangkat Daerah atau Rencana Pembangunan Jangka Menengah Organisasi Perangkat Daerah,adalah merupakan dokumen perencanaan Organisasi Perangkat Daerah yang merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)  Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008 – 2013.       
Renstra Organisasi Perangkat Daerah Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah IV adalah merupakan pedoman dan arah bagi seluruh komponen Badan KoordinasiPemerintahan dan Pembangunan Wilayah IV, oleh karena itu segenap kemampuan dan loyalitas segenap komponen Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah IV harus dicurahkan dan ditingkatkan didalam pelaksanaan program dan kegiatan sebagaimana tertuang di dalam Renstra ini.
Di dalam pelaksanaan program dan kegiatan hendaknya bersinergis, integralistik, holistik dengan pelaku pembangunan lainnya serta didukung dengan suatu sikap dan tindak yangs eiring di dalam merealisasikan program dan kegiatan, sehingga sasaran yang ingin dicapai dapat terwujud dengan baik.
Keberhasilan dan implementasi pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah IV Tahun 2008 – 2013, sangattergantung dari kesepakatan, kesepahaman dan komitmen bersama antara pelaku pembangunan di Wilayah IV Provinsi Jawa Barat pada Tahun 2008 – 2013.

KETUA DAN WAKIL GUBERNUR
ketua gubernur

         
wakil gubernur





H. Ahmad Heryawan, Lc. (lahir di Sukabumi, Jawa Barat, 19 Juni 1966; umur 44 tahun) adalah seorang politikus Indonesia. Ia adalah Gubernur Jawa Barat terpilih untuk periode 2008-2013 sebagai calon yang diusung Partai Keadilan Sejahtera bersama dengan wakilnya Dede Yusuf, pemeran Indonesia dan anggota DPR dari PAN, yang diusung oleh partainya sendiri. Selain menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Umat Islam (PUI) (2004-sekarang), Heryawan menjabat Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta periode 2004-2009. Pendidikan dari tingkat SD sampai dengan SMA diselesaikan di Sukabumi, sedangkan tingkat sarjana diselesaikan di Fakultas Syariah LIPIA Jakarta pada tahun 1992.
Selain sebagai politikus dan muballigh, Heryawan pernah aktif mengajar di beberapa perguruan tinggi (sebelum menjadi anggota DPRD DKI Jakarta tahun 1999). Saat ini ia juga aktif membina di beberapa yayasan yang bergerak di bidang sosial, pemberdayaan masyarakat dan lingkungan.


Sumber : http://www.jabarprov.go.id/index.php/subMenu/kelembagaan/perangkat_daerah/detail_perangkat_daerah/31
   15peta-kemampuan-keuangan-provinsi-dalam-era-otonomi-daerah-tinjauan-atas-kinerja-pad-dan-upaya-yang-dilakukan-daerah__20081123002641__14
    http://bisnis-jabar.com/berita/kopi-dan-jagung-jadi-produk-unggulan-kab-bandung.html





DISTRIBUSI PENDAPATAN

DISTRIBUSI PENDAPATAN
Tolak ukur pendapatan per kapita, sebagaimana disadari,belum cukup untuk menilai prestasi pembangunan. Karena merupakan konsep rata-rata, pendapatan per kapita tidak mencerminkan bagaimana pendapatan nasional sebuah negara terbagi di kalangan perekonomian Indonesia  berdasarkan tinjauan kemerataan distribusi pembangunan dan hasil-hasilnya. Untuk mengawali semua itu, terlebih dahulu disajikan secara ringkas konsep-konsep teoretis yang mendasarinya.
1.1  KONSEP-KONSEP DISTRIBUSI PENDAPATAN
           Distribusi pendapatan nasional mencerminkan merata atau timpanganya pembagian hasil pembangunan suatu negara di kalangan penduduknya, terdapat berbagai kriteria untuk menilai kemerataan (parah atau lunaknya ketimpangan) distribusi dimaksud. Tiga di antaranya yang paling lazim digunakan adalah
  1. Kurva Lorenz ;
  2. Indeks atau Rasio Gini;
  3. Kriteria Bank Dunia;
Kurva Lorenz menggambarkan distribusi kumulatif pendapatan nasional di kalangan lapisan-lapisan penduduk,secara kumulatif pula. Kurva ini terletak pada sebuah bujur sangkar yang sisi tegaknya melambangkan persentase kumulatif pendapatan nasional, sedangkan sisi datarnya mewakili persentase kumulatif penduduk. Kurvanya sendiri”ditempatkan” pada diagonal utama bujur sangkar tersebut. Kurva Lorenz yang semakin dekat ke diagonal menyiratkan distribusi pendapatan nasional yang semakin merata. Sebaliknya, jika kurva Lorenz semakin menjauh dari diagonal(semakin melengkung), maka ia mencerminkan keadaan yang semakin buruk, distribusi pendapatan nasional timpang atau tidak rata.
            Indeks atau Rasio Gini adalah suatu koefisien yang, berkisar dari angka 0 hingga 1, menjelaskan kadar kemerataan (ketimpangan) distribusi pendapatan nasional. Semakin kecil(semakin mendekati nol) koefisiennya, pertanda semakin baik atau merata distribusi. Di lain pihak koefisien yang kian besar( semakin mendekati satu) mengisyaratkan distribusi diagonal terhadap luas area segitiga OBC.

1.2  KETIDAKMERATAAN DISTRIBUSI PENDAPATAN
            Upaya untuk memeratakan pembangunan dan hasil-hasilnya baru tampak nyata sejak pelita III , manakala strategi pembangunan secara eksplisit diubah dengan menempatkan pemerataan sebagai aspek pertama dalam trilogi pembangunan. Semenjak itu dikenal kebijaksanaan delapan jalur pemertaan, meliputi :
  1. Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak khususnya pangan, sandang dan perumahan. 
  2. Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan;
  3. Pemerataan pembagian pendapatan ;
  4. Pemerataan kesempatan kerja;
  5. Pemerataan kesempatan berusaha;
  6. Pemerataan kesematan berpartisipasi dalam pembangunan khusunya bagi generasi muda dan kaum wanita;
  7. Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh tanah air;
  8.  Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan;
Dalam kaitan khusus dengan pemerataan pembagian pendapatan dapat memilah tinjauan permasalahanya dari tiga segi yaitu :
1.      Pembagian pendapatan antarlapisan pendapatan masyarakat;
2.       Pembagian pendapatan antardaerah ,dalam hal ini anatarawilayah perkotaan dan wilayah perdesaan;
3.       Pembagian pendapatan antarwilayah ,dalam hal ini antarpropinsi dan antarkawasan (barat, tengah, timur);

1.3  KETIDAKMERTAAN PENDAPATAN NASIONAL
               Distribusi atau pembagian pendapatan antarlapisan masyarakat dapat ditelaah dengan mengamati perkembangan angka-angka Rasio Gini. Koefisien Gini itu sendiri, perlu dicatat , bukanlah merupakan indikator paling ideal tentang ketidakmerataan ( kesenjangan, ketimpangan ) distribusi pendapatan antarlapisan. Namun setidak-tidaknya ia cukup memberikan gambaran mengenai kecenderungan umum dalam pola pembagian pendapatan
1.4  KETIDAKMERATAAN PENDAPATAN SPASIAL
            Ketidakmerataan distribusi pendapatan antarlapisan masyarakat bukan saja berlangsung secara nasional. Akan tetapi hal ini juga terjadi secara spasial. Spasial atau antardaerah yakni daerah perkotaan dan daerah perdesaan. Di Indonesia pembagian pembangunan relatif  lebih merata di daerah perdesaan daripada daerah perkotaan .
1.5  KETIDAKMERATAAN PENDAPATAN REGIONAL
Secara regional atau antarwilayah berlangsung pula ketidakmerataan distribusi pendapatan antarlapisan masyarakat. Bukan hal itu. Di antara wilayah-wilayah di Indonesia bahkan terdapat ketidakmerataan tingkat pendapatan itu sendiri. Jadi, dalam perpekstif antarwilayah, ketidakmerataan terjdi baik dalam hal tingkat pendapatan masyarakat antar wilayah yang satu dengan wilayah yang lain, maupun dalam hal distribusi pendapatan di kalangan penduduk masing-masing wilayah.(istilah “wilayah”<regional>.

SUMBER : Perekonomian Indonesia ,”DUMAIRY”, Penerbit erlangga

Syahrini – Aku Tak Biasa

Mungkin diriku harus pergi
Selamanya darimu
Atau ku harus mengakhiri
Cinta ini kepadamu
Kini cinta ku telah kau bagi
Tak sanggup aku menghadapi semua ini

Reff:
Aku tak biasa bila tiada kau di sisiku
Aku tak biasa bila ku tak mendengar suaramu
Aku tak biasa bila tak memeluk dirimu
Aku tak biasa bila ku tidur tanpa belaianmu
Aku tak biasa aku tak biasa
Ku coba untuk terus berlalu
Dari hatimu aku tak bisa
Bayangan itu selalu mengganggu
Di tidurku ku menangis
Kini cinta ku telah kau bagi
Tak sanggup ku hadapi semua ini
Back to Reff:
Aku tak biasa bila tiada kau di sisiku
Back to Reff:
Aku tak biasa bila tiada kau di sisiku
Aku tak biasa bila ku tak mendengar suaramu
Aku tak biasa bila tak memeluk dirimu
Aku tak biasa bila ku tidur tanpa belaianmu
Aku tak biasa bila tak memeluk dirimu
Aku tak biasa bila ku tidur tanpa belaianmu
Aku tak biasa bila tak memeluk dirimu
Aku tak biasa bila ku tak mendengar suaramu
Aku tak biasa aku tak biasa

PENGANTAR BISNIS "MARKETING MIX "


Dalam suatu produksisitas produsen harus dapat mempertimbangkan marketing mix (bauran pemasaran) yang terdiri dari produk, price, place dan promotion. Dalam kasus ini saya mengambil contoh dari salah satu  rumah makan yang terletak di wilayah Jkrta Timur di pinggir Jl. Haji Ten. Di sini kita dapat merasakan kenikmatan Untuk menyantap ayam goreng tulang lunak ini tak perlu mengunyah kuat karena dagingnya sangat empuk. Rumah makan ini bernama Ayam Goreng Tulang Lunak Ny. Nani .
 AYAM GORENG TULANG LUNAK
PERTAMA DI JAKARTA Bukan yang lain!!!
SANGGUP 1 X DELIVERI HINGGA 6000 BOX
Ayam Goreng Tulang Lunak yang dimiliki oleh pak Sugiono dengan merk nama sang istri, Ny. Nani Sugiono pada mulanya adalah sebuah tenda kaki lima di depan sebuah masjid Salman Al Farisi kantor Bulog di jalan Raya H. Ten. Tak lama setelah beberapa bulan berjalan, keluarga pak Sugiyono mencoba mengembangkan usaha dengan mengontrak sepetak rumah tak jauh dari masjid itu dan masih di pinggir jalan dengan kapasitas 3 meja atau setidaknya 12 kursi.
 Seiring dengan kian populernya makanan ayam goreng tulang lunak di tengah masyarakat dari tahun ke tahun berjalan, maka pak Sugiono memperluas kontrakan rumahnya ke sampingnya. Semakin maju resto Ayam Goreng Tulang Lunak Ny. Nani S. maka bermunculan pula secara bersamaan waralaba usaha sejenis. Biarpun begitu Nur Cahyo menampik bahwa usaha milik orang lain yang menggunakan sistem waralaba itu sebagai pesaing langsung. "Kita beda konsep dan juga beda selera. Kebetulan saya sendiri juga berbisnis macam-macam," paparnya menjelaskan tentang hiasan dinding berupa kerajinan ukiran kaligrafi di atas plat kuningan yang terpajang di tembok restorannya.
"Kini memang saya mencoba untuk fokus ke usaha restoran ini," jelasnya santai. Apalagi merk restoran sederhana itu kini kian melambung semenjak beberapa stasiun televisi mulai dari ANtv, GlobalTV, TransTV dan Trans7 meliput AGTL Ny. Nani S. Tak kalah ramainya liputan media cetak juga seperti berebut menuliskan tentang ramainya pelanggan yang menggemari masakan ayam khas Jogja ini, seperti Tabloid Info Kuliner, Koran Wartakota, Tabloid Kontan, Majalah Pengusaha, Tabloid Peluang Usaha, Tabloid Prestasi dan media cetak ibukota lainnya.
Sedangkan kelanakuliner kali ini bukan mencicipi menu ayam goreng tulang lunak, namun ayam bakar tulang lunak. Ya sama saja, tapi sepertinya aroma gosong dari bakaran ayam yang telah dipresto selama berjam-jam ini paling disukai pengunjung rumah makan yang kini berkapasitas 50 kursi itu dan terisi separuhnya, padahal waktu itu sudah lewat jam makan siang. Ayam bakarnya terasa gurih dan tulangnya yang lunak membuat saya enggan menyisakan banyak tulang empuk itu. Sambal pedasnya pun terasa pas sekali dengan daging ayam yang wangi harum panggangan.
Yang bikin unik makan ayam khas tradisional Jogja ini adalah minumannya. Di samping minuman ringan umum seperti Softdrink, Es Jeruk dan Es Teh Manis, ada juga aneka minuman tradisional yang tersedia untuk menemani makan Anda, mulai dari Es Beken (Beras Kencur), atau Es Kunas (Kunir Asem) dan Es Gulas (Gula Asem), termasuk juga Es Sari Lidah Buaya, Sari Rumput Laut dan Kopi Mineral.Ada lagi kelebihan yang ditawarkan oleh rumah makan bergaya tradisional ini, yakni kesanggupan mengirimkan pesanan hingga 6000 box. "Bahkan kami pernah mengirim pesanan dalam 5 hari hingga 11.000 box," ungkap Nur Cahyo. Wajar saja pesanan ini begitu banyak karena dengan pengalamannya RM Ayam Goreng Tulang Lunak ini pernah menerima order kantoran bahkan beberapa BUMN. Sebut saja baru-baru ini Kongres Partai Demokrat di JCC, Badan POM, Adira Finance, Astra Daihatsu Sunter, Rumah Sakit Islam, JICT Tanjung Priok, Gedung DPR. "Pokoknya banyak lah yang nggak bisa disebutkan, Mas!" pungkas Nur Cahyo tentang banyaknya pesanan kantoran.

Buat acara resepsi kantor atau pesta pernikahan, ulang tahun sepertinya menu paket ayam tulang lunak bisa jadi pilihan. Pilihan pesanan paket box ini mulai dari harga Rp 18.000,-/box. Bila nasi putih diganti dengan nasi uduk, maka harga ditambah Rp 1.000,- plus bonus krupuk. 

Modalnya tanpa panci presto 

Ayam bakarnya sedikit manis dengan bagian yang menghitam di sana sini. Rasanya seperti ayam dalam masakan gudeg, namun dibakar. Ternyata, menurut Nani, bumbu racikannya lain daripada ayam bakar pada umumnya. “Kami pakai santan kental dulu. Jadi, seperti bikin rendang,” ujarnya. Sebelum dibakar, terlebih dulu ayam dimasak bersama santan kental, gula jawa, dan bumbu-bumbu. “Jadi, ada rasa asin, manis, dan pedas,” sambung Nani.Sebenarnya, Nani baru mulai menawarkan ayam goreng tulang lunak setelah menempati kedainya, sekitar tujuh tahun lalu. Soalnya, “Kalau sekarang saya bisa masak di sini, di belakang,” ujar Nani. Sewaktu berjualan dengan gerobak dorong, Nani harus terlebih dulu memasak ayamnya di rumah. Selain itu, memiliki dapur yang menyatu dengan kedai membuat perempuan yang hobi masak ini leluasa beraksi di dapur. Ia bisa menambahkan beragam menu seperti gudeg, ayam bakar, dan sayur asem.

Biarpun ayamnya empuk digigit, ternyata Nani tidak menggunakan panci bertekanan tinggi (presto) untuk memasak. “Wah, pancinya harus segede apa, kalau pakai presto,” ujar Nani. Selama ini, ia selalu mengolah ayam dengan cara merebusnya dalam waktu lama. “Kalau api kecil, bisa tiga jam merebusnya,” kata Nani.
Proses pemasakan ayam memang tidak sederhana dan memakan waktu lama. Biasanya, Nani membeli ayam potong dalam keadaan hidup. “Saya potong sendiri, di sini ada karyawan khusus pemotongan,” jelas Nani. Setelah dibersihkan dengan air panas, ayam dilumuri jeruk nipis atau jahe. Pasalnya, ayam potong ini banyak mengandung lendir yang bisa menyebabkan bau tidak enak. Setelah diolah dengan air jeruk atau jahe, barulah ayam dibumbui dan direbus dalam waktu lama.
   Nani biasa memajang ayam yang sudah diungkep tersebut di etalase kedainya. Bila ada pembeli yang memesan, barulah ayam tersebut dibakar atau digoreng.
Sempat Jadi Musuh Tramtib
Nani Sugiono sudah 12 tahun berjualan ayam goreng. Bisnisnya ini bermula dari hobi. Nani yang suka jajan ini rupanya penasaran lantaran setiap kali beli ayam goreng tidak pernah dapat yang empuk. “Makan ayam kok keras. Lalu kita coba-coba resep,” ucap ibu dua anak ini.
Pertama-tama, Nani memasak empat ekor ayam goreng dan dijual. Tak tahunya banyak lidah yang cocok dengan masakan Nani. Ia pun menambah modal, jadi tujuh ekor dan belakangan mencapai 30 ekor ayam sehari. Saat itu Nani menggelar dagangan di warung pinggir jalan di Jalan Haji Ten. Namanya warung gerobak, pastilah bukan bangunan permanen seperti kedai yang ditempatinya sekarang. “Saya ingat, pas selesai buka diangkutin sama tramtib,” kenangnya. Kala itu Nani hanya menyediakan satu menu saja, yakni ayam goreng dan nasi uduk.
Setiap hari paling tidak Nani memotong 150 ekor ayam. “Kalau enggak ada isu flu burung, saya bisa habis 200-250 ekor,” kilahnya. Namun, belakangan ini pun, ketika kedainya ramai, Nani bisa menghabiskan 250 ekor ayam untuk satu gerai.
Dari dagangannya ini, Nani bisa membeli satu petak tanah di Rawasari. Di situlah ia membangun kedai seluas dua petak tanah, setelah ia mengontrak petak persis di sampingnya. Suami Nani dulunya adalah sopir taksi Royal dan Kosti. Setelah dagangan istrinya ramai, ia banting setir membantu berjualan.
Hoki Nani di bisnis ayam rupanya belum berhenti. Setelah berhasil memboyong gerobak dorongnya ke kedai, Nani juga membuka cabang di mana-mana.
Kini Ayam Goreng Tulang Lunak Ny. Nani S. sudah memiliki 3 tempat.
Sedangkan pesan antar pengiriman,
Jl. Raya H. Ten No. 7A Jakarta Timu
atau menghubungi telepon ke
No. (021) 475.2128 atau HP 0813.9079.6246

Cabang lain di
Jl. Raya Pondok Kelapa Blok G1 No. 9A
Kalimalang Jakarta Timur
Telp (021) 8690.1028 atau HP. 0813.9079.6246.
Jl. Jatiwaringin Raya No. 28B
Pondok Gede Jakarta Timur
Telp (021) 8497.2233 atau HP 0813.1409.1715

Demikianlah analisis rumah makan  yang dapat saya sampaikan. Jika ada kesalahan dalam penulisan kata atau penjelasan, saya sebagai penulis mohon maaf kepada pembaca.

...Isi hatiku

.Aku bangga aku hidup dan tinggal di negeri yang indah, dan banyak pemandangan yang menyenangkan..tapi kadang aku bingung dengan manusia yang ada di negara ini, masih ada orang yang memanfaatkan kesedihan orang lain. contoh nya ajah hari ini dengan mudah nya seorang maling mencuri sebuah motor yang dimanah orang lain sedang bekerja keras memadamkan api..Sungguh tega orang itu. Minim nya moral manusia jaman sekarang. Allah swt sudah menegur kita dengan musibah yang menimpa saudara kita yang ada di Yogyakarta dan Mentawai. Jadikan lah teguran itu sebuah pelajaran agar kita menjadi manusia yang baik.Aku hanya bisa berharap di negara yang aku cintai dan sangat aku bangga tersimpan manusia yang saling bantu membantu sesama manusia. Hidulah negara ku bangkit dan kita bangun negara ini menjadi negara yang makmur....






AKTUALISASI SYARIAH 2010/2011


Hakikat Aktualisasi Ekonomi Syariah
            ⁼.Pemenuhan kebutuhan menuju falah
            ⁼.Penyikapan terhadap harta
            ⁼.Aktifitas mencari menelola dan membelanjakan harta
            ⁼.Cara mengembangkan distribusi dan tukar menukar harta

Cara mengembangkan distribusi dan tukar menukar harta
  1. Melalui aktifitas pasar
  2. Melalui Investasi
  3. Melalui ketentuan negara
  4. Melalui Sosial
 
*..Norma-norma Islam
   ----Zunuh & Qanaah =>Keinginan, faktor produksi dan kebutuhan
     perputaran barang dan jasa ada 3 yaitu : zakat, infaq dan wakaf

*.Prinsip syariah yang menentukan warna ekonomi syariah
  =.Aplikasi sistem zakat
       Zakat adalah pungutan yang wajib dikeluarkan untuk orang muslim yang berlebihan   harta

8 orang mustahik
  • .Fakir
  • Miskin
  • Fisabillah
  • Ibnusabil
  • Amil
  • Muallaf
  • Hamba sahaya
Implikasi zakat Semakin tinggi zakat semakin tinggi tingkat komsumsi yang dapat mendorong perekonomian 
 
 SKEMA IMPLIKASI

   RIBA=>CREATION=>REAT SECTOR=>INFLATION 






Kenggulan Microsoft Office 2007 Dengan Versi Sebelumnya

Microsoft Office 2007 merupakan pengembangan dari Microsoft Office 2003 yang sudah teruji kemampuan dan kehandalannya sebagai aplikasi perkantoran yang tidak ada duanya.

Penampilan Office 2007 sungguh diluar dugaan, pada versi terbarunya ini Microsoft merobak total dan tidak sedikitpun menyisakan penampilan Office yang ada pada versi sebelumnya. Semua tampilannya hampir tidak mencerminkan Microsoft Office yang penuh dengan menu dan sub menu yang merepotkan.

Perintah-perintah yang ada pada Microsoft Office Xp maupun di Ms. Office 2003 masih bisa digunakan, namun kali ini Microsoft merobak total dan kalau kita ingat hampir sama ketika Microsoft merobak Windows 3.1 dan Windows 3.11 ke Windows 95 dan Windows NT.
Microsoft Office 2007 hadir dengan fasilitas yang disebut dengan Ribbon. Ribbon ini dimaksudkan untuk memudahkan pengguna menggunakan semua features yang ada di Office 2007 dengan one klik hingga waktu pengerjaan bisa dihemat dengan sangat berarti.

Perubahan yang cukup signifikan dari Microsoft Office 2007 ini antara lain User Interface. Coba perhatikan perubahan ini terlihat pada Word, Excel, dan Powerpoint. Pada aplikasi ini nyaris tidak terlihat menu-menu seperti versi sebelumnya. Disini semua menu diganti dengan penampilan ikon yang inovatif dan informatif. Dengan sedikit menu dan nyaris tidak terlihat sub menu ini akan memudahkan bagi pemakai. Beberapa Interface yang ada di Office 2007 yang dirombak secara total antara lain tombol-tombol menu, sehingga menu yang terdapat pada Office 2007 lebih transparan dan teratur sehingga mudah penggunaannya.

Menu dropdown yang ada pada versi sebelumnya kini hampir tidak ada, pada menu home misalnya, terdapat pilihan Clipboard, Font, Paragraph, Styles, dan Editing. Sedangkan untuk pilihan-pilihan yang tersedia berbentuk horizontal dan menggabungkan teks dan icon sehingga sangat mudah dan tidak perlu masuk dari menu ke sub menu.

Pada versi lama Menu File merupakan menu awal yang sangat berguna untuk melakukan setting awal, seperti untuk menentukan ukuran kertas, menyimpan file, mencetak file dan sebagainya. Pada Office 2007 menu tersebut berubah total. Menu File pada versi sebelumnya kini hadir dengan sebuah ikon lingkaran dengan logo Office yang terletak di pojok kiri atas. Ketika pemakai mengklik ikon tersebut maka akan tampak pilihan-pilihan New, Open, Convert, Save, Save As, dan lain-lain.

Perubahan menu ini berlaku untuk semua keluarga Microsoft Office 2007. Jadi kalau Anda sudah membuka Microsoft Word 2007, maka ketika masuk ke aplikasi lainnya menu yang ditampilkan relatif hampir sama. Dengan demikian pemakai tidak akan kerepotan karena semua pilihan sudah bisa digunakan tanpa harus tersesat.

SmartArt

Pada Office 2007 terdapat sebuah tools yang cukup menarik bernama SmartArt. Tools ini terletak di menu insert dan grup pilihan Illustration. Kenapa diberi nama SmartArt, karena tools bisa digunakan untuk memperindah pekerjaan dengan menampilkan berbagai macam diagram yang berbentuk graphic, baik dengan tipe 2D ataupun 3D. Sedikitnya terdapat 80 template yang bisa digunakan untuk memperindah pekerjaan Anda.

Format File

Sudah diketahui keluarga Microsoft menyediakan berbagai format file. namun pada versi sebelumnya belum terlihat format file PDF yang dibuat oleh Microsoft Office. Bisa namun harus menggunakan tambahan aplikasi dari keluarga Adobe Acrobat.
Pada Microsoft Office 2007, Microsoft sudah menyertakan fitur baru untuk menyimpan file dalam berbagai format termasuk format PDF dan XPS. Untuk bisa menggunakan cukup pilih ikon lingkaran kemudian pilih Save As PDF or XPS. Jadi tidak perlu lagi menambahkan aplikasi lain untuk menyimpan file dalam format PDF tersebut.
Format file lainnya juga mengalami perubahan, sebagai contoh file berformat Word yang tadinya berakhiran *.DOC, Microsoft Excel berakhiran *.XLS, PowerPoint berakhiran *.PPT kini berganti dengan DOCX untuk Word, XLSX untuk Excel dan PPTX untuk PowerPoint.

Microsoft Access 2007 hampir berubah secara total, dimana berbagai penambahan baik interface maupun fitur dan fungsi pendukung lainnya. Ketika Anda mulai membuka aplikasi Access, pertama yang akan terlihat adalah interface yang sama sekali baru, berbeda dengan versi Office sebelumnya.

Pada Windows pertama Anda akan berhadapan dengan pilihan berbagai kategori template yang sudah tersedia, baik itu kategori template yang sudah terinstal di dalam komputer Anda maupun kategori template yang harus didownload terlebih dahulu. Jika Anda ingin membuat database sendiri pilih kategori template "Featuring" yang didalamnya terdapat satu buah pilihan, yaitu Blank Database. Setelah itu Anda tinggal meneruskan untuk membuat database Access untuk data-data Anda. Selain itu Microsoft Access 2007 juga mempunyai kemampuan untuk proses import dan export data.

Selain aplikasi standart tersebut pada Microsoft Office 2007 ini juga dibundel Microsoft Publisher 2007 yang digunakan untuk keperluan desain majalah, buku dan lain-lain. Hadir juga InfoPath 2007, OneNote 2007, Groove 2007 dan Coomunicator 2007. Aplikasi-aplikasi yang disebutkan terakhir ini merupakan tambahan yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan perkantoran modern saat ini.

Sebenarnya masih banyak fitur-fitur baru dari Microsoft Office 2007 ini. Namun demikian penilaian sesungguhnya terserah kepada Anda yang akan menggunakan aplikasi keluarga terbaru dari Microsoft Corporation ini.